PTK Metode Pengumpulan Data Pada Penelitian
PTK Metode Pengumpulan Data Pada Penelitian
Jasa Pembuatan Dan Penelitian Tindakan Kelas
Buruan...
MAU KONSULTASI PTK?
BUTUH PROPOSAL PTK?
BUTUH GAMBARAN JUDUL PTK??
BUTUH PTK LENGKAP, NO COPY-COPY, ASLI DAN ORISINIL
PTK TERBARU DAN BELUM PERNAH TERPUBLIKASIKAN
PTK NYA SEKALIAN DIJADIKAN JOURNAL JUGA BOLEH PAK/BU....
LANGSUNG SAJA HUBUNGI CS KAMI DI :

Observasi, Tes, Wawancara, dan Tatalapangan;
1. Observasi
Observasi dilakukan oleh peneliti dan pengamat (teman sejawat). yaitu Hisyam Hidayatullah, S.Pd. dan Siti Aminah, S.Pd. Observasi dalam penelitian ini adalah observasi langsung yaitu peneliti dan pengamat melihat dan mengamati secara langsung kemudian mencatat perilaku dan kejadian yang terjadi pada keadaan yang sebenarnya.
Observasi dilakukan selama proses pembelajaran dari kegiatan awal sampai kegiatan akhir. Observasi adalah instrumen yang sering dijumpai dalam penelitian pendidikan. Dalam observasi ini peneliti lebih banyak menggunakan salah satu dari pancainderanya yaitu indra penglihatan. Instrumen observasi akan lebih efektif jika informasi yang hendak diambil berupa kondisi atau fakta alami, tingkah laku dan hasil kerja responden dalam situasi alami. Sebaliknya, instrumen observasi mempunyai keterbatasan dalam menggali informasi yang berupa pendapat atau persepsi dari subyek yang diteliti (Soekowati, 2006:64).
2. Tes
Tes dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal siswa sehingga peneliti dapat merencanakan tindakan yang akan diambil dalam memperbaiki proses pembelajaran. Pemberian tindakan dilakukan melalui tiga siklus dan evaluasi dilakukan diakhir siklus untuk mengetahui prestasi belajar siswa pada setiap siklus. Tes adalah suatu alat pengumpul informasi, bersifat lebih resmi karena penuh dengan batasan-batasan (Arikunto, 2005:33).
3. Wawancara
Wawancara pada penelitian ini menggunakan wawancara tidak berstruktur karena peneliti memandang model ini adalah yang paling luwes, di mana subyek diberi kebebasan untuk menguraikan jawabannya dan ungkapan-ungkapan pandangannya secara bebas dan sesuai hatinya. Wawancara ini digunakan untuk mendapatkan data tentang pendapat siswa mengenai penerapan media pembelajaran benda asli dalam materi bangun ruang .
4. Catatan Lapangan
Catatan lapangan dipergunakan untuk mendokumentasikan secara keseluruhan kejadian-kejadian selama berlangsungnya kegiatan pembelajaran.
F. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang dipergunakan adalah reduksi data, penyajian data, penarikan simpulan, serta verifikasi refleksi.
1. Reduksi Data
Dalam reduksi data yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara ditulis dalam bentuk rekaman data, dikumpulkan, dirangkum, dan dipilih hal-hal yang pokok, kemudian dicari polanya. Jadi, rekaman data sebagai bahan data mentah singkat disusun lebih sistematis, ditonjolkan pokok-pokok yang penting sehingga lebih tajam hasil pengamatan dalan penelitian ini, juga mempermudah peneliti untuk mencatat kembali data yang diperoleh bila diperlukan.
2. Penyajian Data
Data yang telah direduksi dan dikelompokkan dalam berbagai pola dideskripsikan dalam bentuk kata-kata yang berguna untuk melihat gambaran keseluruhan atau bagian tertentu. Penyajian data ini ditulis dalam paparan data.
3. Penarikan simpulan, verifiasi, dan refleksi
Data yang diperoleh dicari pola , hubungan, atau hal-hal yang sering timbul dari data tersebut kemudian dihasilkan simpulan sementara yang disebut dengan temuan peneliti. Penarikaan simpulan dilakukan terhadap temuan peneliti berupa indikator-indikator yang selanjutnya dilakukan pemaknaan atau refleksi sehingga memperoleh simpulan akhir. Hasil simpulan akhir dilakukan refleksi untuk menentukan atau menyusun rencana tindakan berikutnya.
Adapun tes hasil belajar siswa diolah untuk mengukur ketuntasan dengan menggunakan rumus:
a. Rumus ketuntasan belajar
Prestasi belajar dikatakan berhasil apabila siswa secara individual telah memperolah nilai 70 atau lebih, dan secara klasikal dikatakan tuntas belajar jika lebih dari 85 % siswa mendapat nilai diatas 70.
Di samping itu dilakukan juga metode analisis deskriptif yang merupakan pemaparan dari hasil penerapan pembelajaran dengan media benda asli.
b. Rumus rata-rata
Jumlah nilai
Jumlah siswa
Rumus ini dipergunakan untuk mengetahui perkembangan dan peningkatan pemahaman siswa terhadap materi bangun ruang antara siklus satu dengan siklus lainnya.
c. Menyimpulkan dan Memverifikasi
Dari kegiatan reduksi selanjutnya dilakukan penyimpulan akhir yang selanjutnya diikuti dengan kegiaatan verifikasi atau pengujian terhadap temuan ilmiah.
G. Penyiapan Partisipan
Penelitian ini dilandasi prinsip kolaboratif dan kooperatif, sehingga penyiapan partisipaan dipandang perlu dilakukan kegiatan awal. Melakukan diskusi dengan teman sejawat guru matematika tentang desain atau strategi pembelajaran pada materi bangun ruang yang diikuti dengaan penyusunan rencana kegiatan.
1. Refleksi Awal
Refleksi awal dilaksanakan dengan melakukan pengamatan pendahuluan untuk mengetahui kondisi awal dilakukan pengamatan oleh rekan sejawat saat guru melakukan proses pembelajaran. Hasil analisis refleksi awal digunakan untuk menetapkan dan merumuskan rencana tindakan yaitu menyusun strategi awal pembelajaran.
Berdasarkan hasil pengamatan pendahuluan ditemukan bahwa selama pembelajaran berlangsung sebagian besar siswa cenderung kurang berminat menyelesaikan soal-soal latihan, dan guru harus selalu mengingatkan agar siswa mengerjakan latihan, kurang memperhatikan penjelasan guru, kurang bersemangat dan cenderung pasif, tidak aktif dalam mengemukakan pendapat atau bertanya dalam mengikuti proses pembelajaran.
Minat belajar siswa dalam pembelajaran kurang ditandai dengan banyaknya siswa selama pembelajaran berlangsung tidak ada minat untuk segera menyelesaikan masalah bangun ruang.
Minat untuk bertanya juga kurang karena siswaa cenderung pasif pada waktu guru memberikan pertanyaan atau saat guru memberikan tugas.
Selanjutnya dilakukan refleksi atau pemaknaan terhadap perilaku siswa tersebut. Berdasarkan hasil refleksi dapat disimpulkan bahwa siswa kurang berminat dan kurang terampil dalam menyelesaikan masalah menyajikan bangun ruang.
2. Siklus Pertama
a. Perencanaan
v Melakukan pertemuan dengan teman sejawat selaku pengamat untuk membicarakan persiapan kegiatan pembelajaran dengan pemberian pretes yang dilakukan pada saat penelitian
v Mendiskusikan dan menetapkan rancangan pembelajaran yang akan diterapkan di kelas sebagai tindakan penelitian
v Mempersiapkan penelitian dan bahan yang diperlukan untuk melaksanakan penelitian
v Mempersiapkan waktu dan cara pelaksanaan diskusi hasil pengamatan dengan praktisi dan wawancara dengan subyek penelitian
v Mempersiapkan buku perekam data
v Menyusun rencana pembelajaran
v Mempersiapkan perangkat tes hasil belajar pada siklus pertama
v Mengelompokkan siswa secara heterogen
b. Pelaksanaan Tindakan
v Melaksanakan kegiatan pembelajaran berpedoman pada RPP yang telah dibuat
v Melakukan penilaian menggunakan alat penilaian yang telah disediakan
c. Observasi
v Observasi dilakukan oleh teman sejawat sebagai mitra kolaborator
v Kolaborator mencatat semua aktivitas yang dilakukan oleh guru dan siswa
selama proses pembelajaran, yaitu mulai kegiatan awal hingga kegiatan akhir.
v Observasi dilakukan dengan instrumen observasi
d. Refleksi
v Catatan di lapangan dan jurnal harian sebagai hasil pengamatan maupun hasil wawancara dikaji dan direnungkan kembali
v Data yang terkumpul dikaji secara komprehensif.
v Data dibahas bersama pengamat untuk mendapat kesamaan pandangan terhadap tindakan pada siklus pertama.
v Hasil refleksi dijadikan bahan untuk merevisi rencana tindakan selanjutnya.
3. Siklus Kedua
a. Perencanaan
v Mendiskusikan dan menetapkan rancangan pembelajaran yang akan diterapkan di kelas sebagai tindakan penelitian
v Mempersiapkan perangkat dan bahan yang diperlukan untuk melaksanakan penelitian
v Mempersiapkan waktu dan cara pelaksanaan diskusi hasil pengamatan dengan praktisi dan wawancara dengan subyek penelitian
v Mempersiapkan buku perekam data
v Menyusun rencana pembelajaran
v Mempersiapkan perangkat tes hasil belajar pada siklus kedua
v Mengelompokkan siswa secara heterogen
b. Pelaksanaan Tindakan
v Melaksanakan kegiatan pembelajaran berpedoman pada RPP yang telah dibuat
v Melakukan penilaian menggunakan alat penilaian yang telah disediakan
c. Observasi
v Observasi dilakukan oleh teman sejawat sebagai mitra kolaborator
v Kolaborator mencatat semua aktivitas yang dilakukan oleh guru dan siswa selama proses pembelajaran, yaitu mulai kegiatan awal hingga kegiatan akhir.
v Observasi dilakukan dengan instrumen observasi
d. Refleksi
v Catatan di lapangan dan jurnal harian sebagai hasil pengamatan maupun hasil wawancara dikaji dan direnungkan kembali
v Data yang terkumpul dikaji secara komprehensif.
v Data dibahas bersama pengamat untuk mendapat kesamaan pandangan terhadap tindakan pada siklus kedua.
v Hasil refleksi dijadikan bahan untuk merevisi rencana tindakan selanjutnya.
4. Siklus Ketiga
a. Perencanaan
v Mendiskusikan dan menetapkan rancangan pembelajaran yang akan diterapkan di kelas sebagai tindakan penelitian
v Mempersiapkan perangkat dan bahan yang diperlukan untuk melaksanakan penelitian
v Mempersiapkan waktu dan cara pelaksanaan diskusi hasil pengamatan dengan praktisi dan wawancara dengan subyek penelitian
v Mempersiapkan buku perekan data dan rencana pembelajaran
v Mempersiapkan perangkat tes hasil belajar pada siklus ketiga
v Mengelompokkan siswa secara heterogen
b. Pelaksanaan Tindakan
v Melaksanakan kegiatan pembelajaran berpedoman pada RPP yang telah dibuat
v Melakukan penilaian menggunakan alat penilaian yang telah disediakan
c. Observasi
v Observasi dilakukan oleh teman sejawat sebagai mitra kolaborator
v Kolaborator mencatat semua aktivitas yang dilakukan oleh guru dan siswa selama proses pembelajaran, yaitu mulai kegiatan awal hingga kegiatan akhir.
v Observasi dilakukan dengan instrumen observasi
d. Refleksi
v Catatan di lapangan dan jurnal harian sebagai hasil pengamatan maupun hasil wawancara dikaji dan direnungkan kembali
v Data yang terkumpul dikaji secara komprehensif.
v Data dibahas bersama pengamat untuk mendapat kesamaan pandangan terhadap tindakan pada siklus ketiga.
v Hasil diskusi dijadikan bahan untuk menarik kesimpulan
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil penelitian ini terbagi menjadi tiga siklus, yang dimulai dari refleksi awal. Refleksi awal dilaksaanakaan dengan melakukan pengamatan pendahuluan untuk mengetahui kondisi awal dilakukan oleh pengamat kelas, yakni rekan sejawat. Hasil refleksi awal dipergunakan untuk menetapkan dan merumuskan rencana tindakan yaitu menyusun strategi awal pembelajaran.
Berdasarkan hasil pengamatan pendahuluan ditemukan bahwa selama pembelajaran berlangsung sebagian besar siswa cenderung kurang berminat menyelesaikan soal-soal latihan, dan guru harus selalu mengingatkan agar siswa mengerjakan latihan, kurang memperhatikan penjelasan guru, kurang bersemangat dan cenderung pasif, tidak aktif dalam mengemukakan pendapat atau bertanya dalam mengikuti proses pembelajaran.
Minat belajar siswa dalam pembelajaran kurang ditandai dengan banyaknya siswa selama pembelajaran berlangsung tidak ada minat untuk segera menyelesaikan masalah bangun ruang.
Minat untuk bertanya juga kurang karena siswaa cenderung pasif pada waktu guru memberikan pertanyaan atau saat guru memberikan tugas.
Selanjutnya dilakukan refleksi atau pemaknaan terhadap perilaku siswa tersebut. Berdasarkan hasil refleksi dapat disimpulkan bahwa siswa kurang berminat dan kurang terampil dalam menyelesaikan masalah bangun ruang.
Kegiatan pembelajaran bangun ruang dapat disajikan dengan menggunakan strategi atau pendekatan dan penggunaan media pembelajaran yang menarik dan dapat mengatasi permasalahan tersebut, yaitu metode pembelajaran pembelajaran berdasarkan masalah. Akhirnya kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan wajar , motivasi belajar siswa meningkat, dan pada akhirnya pestasi belajar siswa meningkat.
A. Hasil Penelitian pada Siklus Pertama
Perencanaan
Pada tahap ini, peneliti menyusun rencana-rencana yang akan dilakukan pada saat pembelajaran, meliputi:
1. Menentukan topik bahasan berdasarkan kurikulum 2004, yaitu materi bangun ruang
2. Menyusun rencana pembelajaran yang mencakup:
a) Standar Kompetensi sesuai Kurikulum 2004 untuk SMP kelas IX semester gasal, yaitu mengidentifikasi bangun ruang sisi datar sertadapat menentukan besaran – besaran di dalamnya serta kompetensi dasar, yaitu menghitung besaran – besaran pada kubus dan balok.
b) Indikator, yaitu: siswa dapat menentukan rumus volume, dan menghitung volume kubusdan balok, merancang kubus dan balok, menghitung besar perubahan volume bangun ruang kubus dan balok jika ukuran rusuknya berubah
c) Materi pembelajaran : Materi bangun ruang
d) Sarana / alat : Buku siswa dan lembar kerja siswa.
e) Menyusun dan mempersiapkan instrumen pembelajaran yang meliputi silabus, RPP tentang materi bangun ruang.
f) Mempersiapkan alat-alat dan media yang digunakan.
g) Menetapkan jadwal pelaksanaan penelitian serta proses pembelajaran dengan mempergunakan media pembelajaran benda asli.
h) Mempersiapkan instrumen observasi dan instrumen tes
i) Mempersiapkan daftar nilai
j) Pembentukan kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 orang secara heterogen
k) Penejelasan tentang penerapan media pembelajaran benda asli
Pelaksanaan Tindakan
Pada tahap ini peneliti akan melakukan kegiatan pembelajaran di kelas dengan metode pembelajaran berdasarkan masalah sesuai dengan rencana pelajaran (RP). Selama pelaksanaan pembelajaran peneliti dan 2 orang pengamat akan melakukan observasi terhadap jalannya pembelajaran, setelah proses tersebut selesai peneliti dan pengamat akan melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah berlangsung, hasil refleksi akan dipakai untuk memperbaiki dan menyusun perangkat pembelajaran untuk siklus berikutnya. Pembelajaran dalam penelitian ini berlangsung dalam siklus-siklus yang saling berkaitan. Garis besar pelaksanaan pembelajaran pada setiap siklus adalah sebagai berikut :
1. Menyusun rencana pelajaran (RP).
2. Melakukan pembelajaran dengan memakai strategi belajar media pembelajaran berdasarkan masalah.
Adapun langkah-langkah pelaksanaan strategi belajar ini adalah :
Pendahuluan
a. Guru mengorientasi siswa pada permasalahan bangun ruang
b. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai, serta mempersiapkan media yang diperlukan dan mengorganisasi siswa untuk terlibat aktif pemecahan masalah bangun ruang
Kegiatan Inti
a. Guru meminta kepada siswa untuk membentuk kelompok 4-5 orang yang berbeda jenis kelaminnya. Mereka diminta menyelesaikan masalah bangun ruang dan berdiskusi sesuai LKS, guru membimbing siswa menyelesaikan masalah.
b. Guru membimbing awal siswa untuk memberikan informasi selangkah demi selangkah untuk mencermati masalah bangun ruang.
c. Guru membimbing siswa untuk mengidentifikasi masalah bangun ruang
d. Guru membimbing siswa mengembangkan hasil karya tentang bangun ruang
Penutup
a. Guru bersama siswa berusaha langkah demi langkah pembelajaran yang telah dilakukan.
b. Selesai diskusi, guru melakukan refleksi dan meminta siswa membuat rangkuman.
Observasi
Dalam tahap observasi ini, observasi dilakukan oleh teman sejawat sebagai mitra kolaborator, kolaborator mencatat semua aktivitas yang dilakukan oleh guru dan siswa selama proses pembelajaran, yaitu mulai kegiatan awal hingga kegiatan akhir. Observasi dilakukan dengan instrumen observasi.
Hasil pengamatan sebagai berikut:
1) Pada saat pembelajaran berlangsung sebagian besar siswa cenderung
kurang berminat menyelesaiakn soal-soal latihan, dan guru harus selalu mengingatkan agar siswa mengerjakan latihan, kurang memperhatikan penjelasan guru, kurang bersemangat dan cenderung pasif, tidak aktif dalam mengemukakan pendapat atau bertanya dalam mengikuti proses pembelajaran.
2) Minat belajar siswa dalam pembelajaran kurang ditandai dengan banyaknya siswa selama pembelajaran berlangsung tidak ada minat untuk segera menyelesaikan perhitungan materi bangun ruang.
3) Minat untuk bertanya juga kurang karena siswaa cenderung pasif pada waktu guru memberikan pertanyaan atau saat guru memberikan tugas.
Refleksi
1) Pada kegiatan awal guru perlu terus-menerus memotivasi siswa agar aktif selama pembelajaran
2) Pada kegiatan di kelompok, keaktifan siswa perlu ditingkatkan dengan cara memberi penghargaan kepada anggota kelompok yang yang masih mengalami kesulitan di dalam menerapkan media pembelajaran benda asli. Guru harus memberi pelayanan menyeluruh kepada semua kelompok siswa untuk memberi pelayanan yang maksimal kepada siswa, setiap kelompok diberi waktu untuk mempresentasikan hasil kerjanya dan kemudian ditanggapi dan disempurnakan
3) Agar interaksi antar siswa tampak aktif, setiap siswa diberi kesempatan untuk bertanya kepada teman sebaya.
B. Hasil Penelitian pada Siklus Kedua
Perencanaan
1. Menyusun dan mempersiapkan instrumen pembelajaran yang meliputi silabus, RPP tentang materi bangun ruang.
2. Mempersiapkan alat-alat dan media yang digunakan, yaitu media pembelajaran benda asli. Menetapkan jadwal pelaksanaan penelitian serta proses pembelajaran dengan mempergunakan media pembelajaran benda asli
3. Menambah waktu diskusi kelompok agar setiap kelompok mendapat kesempatan mempresentasikan hasil kerja kelompoknya
4. Mempersiapkan instrumen observasi dan instrumen tes
5. Mempersiapkan daftar nilai
6. Pembentukan kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 orang secara heterogen
7. Penelelasan tentang penerapan metode pembelajaran berdasarkan masalah.
Pelaksanaan Tindakan
Pada tahap ini peneliti akan melakukan kegiatan pembelajaran di kelas dengan metode pembelajaran berdasarkan masalah sesuai dengan rencana pelajaran (RP). Selama pelaksanaan pembelajaran peneliti dan 2 orang pengamat akan melakukan observasi terhadap jalannya pembelajaran, setelah proses tersebut selesai peneliti dan pengamat akan melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah berlangsung, hasil refleksi akan dipakai untuk memperbaiki dan menyusun perangkat pembelajaran untuk siklus berikutnya. Pembelajaran dalam penelitian ini berlangsung dalam siklus-siklus yang saling berkaitan. Garis besar pelaksanaan pembelajaran pada setiap siklus adalah sebagai berikut :
1. Menyusun Rencana pelajaran (RP).
2. Melakukan pembelajaran dengan memakai strategi belajar metode pembelajaran berdasarkan masalah.
Adapun langkah-langkah pelaksanaan strategi belajar ini adalah :
Pendahuluan
a. Guru mengorientasi siswa pada permasalahan bangun ruang.
b. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai, serta mempersiapkan media yang diperlukan dan mengorganisasi siswa untuk terlibat aktif pemecahan masalah bangun ruang
Kegiatan Inti
a. Guru meminta kepada siswa untuk membentuk kelompok 4-5 orang yang berbeda jenis kelaminnya. Mereka diminta menyelesaikan masalah bangun ruang dan berdiskusi sesuai LKS, guru memberi masalah materi yang berkaitan dengan bangun ruang
b. Guru membimbing awal siswa untuk memberikan informasi selangkah demi selangkah untuk mencermati masalah bangun ruang.
c. Guru membimbing siswa untuk mengidentifikasi, menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bangun ruang
d. Guru membimbing siswa mengembangkan hasil karya tentang bangun ruang
Penutup
a. Guru bersama siswa berusaha langkah demi langkah pembelajaran yang telah dilakukan.
b. Selesai diskusi, guru melakukan refleksi dan membimbing siswa membuat
Observasi
Dalam tahap observasi pada siklus kedua, observasi dilakukan oleh teman sejawat sebagai mitra kolaborator, kolaborator mencatat semua aktivitas yang dilakukan oleh guru dan siswa selama proses pembelajaran, yaitu mulai kegiatan awal hingga kegiatan akhir. Observasi dilakukan dengan instrumen observasi.
Hasil pengamatan sebagai berikut:
a. Siswa lebih aktif dalam bertanya apabila mereka merasa tidak bisa mengerjkan soal latihan.
b. Siswa lebih aktif dalam menyelesaikan soal-soal tentang bangun ruang
c. Siswa yang malas, cenderung ada peningkatan kinerjanya, mereka lebih antusias menyelesaikan soal-soal tentang bangun ruang.
Refleksi
a. Pada siklus ketiga guru harus lebih memotivasi siswa untuk lebih berhasil, agar ketuntasan tercapai maksimal.
b. Pada kegiatan di kelompok, keaktifan siswa perlu ditingkatkan dengan cara memberi penghargaan kepada siswa yang baik dalam hasil kerja menyelesaikan soal-soal tentang bangun ruang.
c. Setiap siswa diberi kesempatan bertanya dan mengemukakan pendapat
C. Hasil Penelitian pada Siklus Ketiga
Perencanaan
a. Menyusun dan mempersiapkan instrumen pembelajaran yang meliputi silabus, RPP tentang materi bangun ruang yang sudah direvisi.
b. Mempersiapkan alat-alat dan media yang digunakan, yaitu media
benda asli bangun ruang yang meliputi bangun kubus dan balok serta kerangka kubus dan balok dalam ukuran sebenarnya yang berbeda dari pembelajaran berdasarkan masalah pada siklus II
c. Menetapkan jadwal pelaksanaan penelitian serta proses pembelajaran dengan mempergunakan media pembelajaran benda asli.
d. Pada tahap pendahuluan menambah jumlah pertanyaan sebagai pemicu rasa ingin tahu siswa.
e. Menambah waktu tanya jawab agar setiap siswa mendapat kesempatan untuk mengutrakan pendapat dan bertanya kepada guru apabila mereka kurang jelas terhadap pembelajaran bangun ruang.
f. Mempersiapkan instrumen observasi dan instrumen tes
g. Mempersiapkan daftar nilai
Pelaksanaan Tindakan
Pada tahap ini peneliti akan melakukan kegiatan pembelajaran di kelas dengan media pembelajaran bangun ruang sesuai dengan rencana pelajaran (RP). Selama pelaksanaan pembelajaran peneliti dan 2 orang pengamat akan melakukan observasi terhadap jalannya pembelajaran , setelah proses tersebut selesai peneliti dan pengamat akan melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah berlangsung, hasil refleksi akan dipakai untuk memperbaiki dan menyusun perangkat pembelajaran untuk siklus berikutnya. Pembelajaran dalam penelitian ini berlangsung dalam siklus-siklus yang saling berkaitan. Garis besar pelaksanaan pembelajaran pada setiap siklus adalah sebagai berikut :
1. Menyusun Rencana pelajaran (RP).
2. Melakukan pembelajaran dengan memakai strategi belajar media pembelajaran bangun ruang.
Adapun langkah-langkah pelaksanaan strategi belajar ini adalah :
Pendahuluan
a. Guru mengorientasi siswa pada permasalahan bangun ruang dan menyelesaikan masalah yang bekaitan dengan bangun ruang
b. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai, serta mempersiapkan media yang diperlukan dan mengorganisasi siswa untuk terlibat aktif pemecahan masalah tentang bangun ruang
Kegiatan Inti
a. Guru meminta kepada siswa untuk membentuk kelompok 4-5 orang yang berbeda jenis kelaminnya. Mereka diminta menyelesaikan masalah bangun ruang dan berdiskusi sesuai LKS, guru memotivasi siswa menyelesaikan masalah.
b. Guru memotivasi siswa untuk berusaha maksimal menyelesesaikan masalah bangun ruang.
c. Guru memfasilitasi siswa untuk mengidentifikasi bangun ruang serta menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bangun ruang
d. Guru membimbing siswa mengembangkan hasil karya tentang bangun ruang
Penutup
a. Guru bersama siswa berusaha langkah demi langkah mengulas pembelajaran yang telah dilakukan.
b. Selesai diskusi, guru melakukan refleksi dan membimbing siswa membuat rangkuman.
Observasi
Dalam tahap observasi pada siklus ketiga, observasi dilakukan oleh teman sejawat sebagai mitra kolaborator, kolaborator mencatat semua aktivitas yang dilakukan oleh guru dan siswa selama proses pembelajaran, yaitu mulai kegiatan awal hingga kegiatan akhir. Observasi dilakukan dengan instrumen observasi.
Hasil pengamatan sebagai berikut
a. Suasana kelas terkendali.
b. Pada saat kegiatan pembelajaran, siswa aktif melakukan kegiatan
pembelajaran menentukan materi bangun ruang. Sebagian besar siswa sangat memahami apa yang harus dilakukan.
c. Siswa berani mengungkapkan pendapat dan bertanya
Refleksi
a. Pada siklus ketiga siswa lebih percaya diri dan termotivasi dalam pembelajaran dengan media pembelajaran bangun ruang.
b. Selama kegiatan pembelajaran siswa tampak aktif, komunikatif karena tiap siswa telah memahami dan mengerti tugas masing-masing dalam penerapan media pembelajaran bangun ruang.
D. Pembahasan
Berdasarkan pengamatan awal yang dilakukan oleh guru yang bertindak sebagai peneliti, pada saat berlangsungnya proses pembelajaran diperoleh data kondisi dan permasalahan pembelajaran yang terjadi pada siswa kelas IX SMP Al Muslim Waru Sidoarjo kurang memahami konsep bangun ruang sehingga siswa memiliki prestasi belajar yang rendah.
Berdasarkan kondisi yang ada, maka peneliti merencanakan pembelajaran bangun ruang dengan mempergunakan media pembelajaran bangun ruang, agar siswa termotivasi dalam belajar, sehingga prestasi belajarnya meningkat.
Pembelajaran dengan media pembelajaran bangun ruang
menekankan pada kegiatan aktif siswa, karena semua siswa terlibat dalam pembelajaran. Masing-masing kelompok diberi tugas untuk mendiskusikan atau mengerjakan tugas secara bersama-sama
1. Pembahasan Siklus
Pada tahap awal guru membentuk kelompok kecil beranggotakan 4-5 siswa, kelompok dipilih berdasarkan perbedaan individual dalam kemampuan belajar yang terbukti dari prestasi belajar siswa ada yang tinggi, sedang, dan ada yang rendah.. Kelompok dibentuk secara heterogen.
Pada awal kegiatan pembelajaran berlangsung sebagian besar siswa cenderung kurang berminat menyelesaiakn soal-soal latihan, dan guru harus selalu mengingatkan agar siswa mengerjakan latihan, kurang memperhatikan penjelasan guru, kurang bersemangat dan cenderung pasif, tidak aktif dalam mengemukakan pendapat atau bertanya dalam mengikuti proses pembelajaran.
Minat belajar siswa dalam pembelajaran kurang ditandai dengan banyaknya siswa selama pembelajaran berlangsung tidak ada minat untuk segera menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bangun ruang
Minat untuk bertanya juga kurang karena siswaa cenderung pasif pada waktu guru memberikan pertanyaan atau saat guru memberikan tugas. Hasil belajar siswa pada siklus pertama tampak pada tabel di bawah ini:
Tabel 4.1 Hasil Belajar pada Siklus Pertama
Berdasarkan pengamatan, siswa dalam pembelajaran pada siklus pertama prestasi belajar siswa rata-rata 60,0 dan pada siklus I yang tuntas ada 13 siswa (39,4%) yang tidak tuntas ada 20 siswa (60,6%).
1. Pembahasan Siklus II
Pada siklus II kelompok siswa masih sama dengan siklus I. Kelompok dibentuk secara heterogen. Dalam kegiatan pembelajaran siswa sudah mulai tampak aktif walaupun belum seluruhnya. Guru menjelaskan tugas yang harus dikerjakan siswa secara kelompok, yaitu mengamati dan mengadakan pengukuran, berdiskusi menentukan materi perpindahan panas, serta melaporkan hasil diskusi.
Pada siklus kedua ini siswa lebih aktif dalam bertanya apabila mereka merasa tidak bisa mengerjkan soal latihan.Siswa lebih aktif dalam menyelesaikan soal-soal tentang bangun ruang. Siswa yang malas, cenderung ada peningkatan kinerjanya, mereka lebih antusias menyelesaikan soal-soal tentang bangun ruang. Hasil belajar siswa pada siklus kedua tampak pada tabel di bawah ini:
Tabel 4.2 Hasil Belajar pada Siklus Kedua
Berdasarkan pengamatan, siswa dalam pembelajaran pada siklus kedua prestasi belajar siswa rata-rata 69,4 dan pada siklus kedua yang tuntas ada 19 siswa (57,6%) yang tidak tuntas ada 14 siswa (42,4%).
1. Pembahasan Siklus III
Pada siklus III kelompok siswa masih sama, kelompok dibentuk secara heterogen. Selama kegiatan pembelajaran mulai dari awal kegiatan hingga akhir kegiatan siswa tampak aktif, komunikatif, karena tiap siswa telah memahami apa yang harus dikerjakan dalam metode pembelajaran berdasarkan masalah.
Suasana kelas pada siklus ketiga ini terkendali. Pada saat kegiatan
pembelajaran, siswa aktif melakukan kegiatan pembelajaran menentukan materi bangun ruang. Sebagian besar siswa sangat memahami apa yang harus dilakukan. Siswa berani mengungkapkan pendapat dan bertanya.
Hasil belajar siswa pada siklus ketiga tampak pada tabel di bawah ini:
Tabel 4.3 Hasil Belajar pada Siklus Ketiga
Berdasarkan pengamatan, siswa dalam pembelajaran pada siklus ketiga prestasi belajar siswa rata-rata 76,4 dan pada siklus ketiga yang tuntas ada 29 siswa (87,9%) yang tidak tuntas ada 4 siswa (12,1%).
E. Data Aktivitas Siswa
Dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas pada materi bangun ruang ini aktivitas siswa yang diamati meliputi tanggapan siswa dalam memperhatikan penjelasan umum tentang media pembelajaran benda asli, keterlibatan siswa dalam kelompok, keberanian siswa dalam bertanya, keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat, kemampuan siswa dalam berkomunikasi dengan teman, kerjasama dalam kelompok, kesungguhan siswa dlam mengerjakan tugas secara kelompok, serta kemampuan siswa dalam menjelaskan hasil kerja kelompok di depan kelas, yang ditampilkan dalam tabel 4.4 berikut ini:
Tabel 4.4 Instrumen Siswa
Berdasarkan hasil pengamatan yang tercantum pada tabel 4.4 menunjukkan bahwa selama kegiatan belajar mengajar pada siklus pertama tanggapan siswa dalam memperhatikan penjelasan umum tentang media pembelajaran bangun ruang berkriteria cukup, keterlibatan siswa dalam kelompok berkriteria kurang, keberanian siswa dalam bertanya berkriteria kurang, keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat berkriteria kurang, kemampuan siswa dalam berkomunikasi dengan teman berkriteria kurang, kerjasama dalam kelompok berkriteria kurang, kesungguhan siswa dalam mengerjakan tugas secara kelompok berkriteria kurang, serta kemampuan siswa dalam menjelaskan hasil kerja kelompok di depan kelas berkriteria kurang.
Selama kegiatan belajar mengajar pada siklus kedua tanggapan siswa dalam memperhatikan penjelasan umum tentang media pembelajaran bangun ruang berkriteria baik, keterlibatan siswa dalam kelompok berkriteria cukup, keberanian siswa dalam bertanya berkriteria cukup, keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat berkriteria cukup, kemampuan siswa dalam berkomunikasi dengan teman berkriteria cukup, kerjasama dalam kelompok berkriteria cukup, kesungguhan siswa dalam mengerjakan tugas secara kelompok berkriteria cukup, serta kemampuan siswa dalam menjelaskan hasil kerja kelompok di depan kelas berkriteria cukup.
Selama kegiatan belajar mengajar pada siklus ketiga tanggapan siswa dalam memperhatikan penjelasan umum tentang media pembelajaran bangun ruang berkriteria baik, keterlibatan siswa dalam kelompok berkriteria baik, keberanian siswa dalam bertanya berkriteria baik, keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat berkriteria baik, kemampuan siswa dalam berkomunikasi dengan teman berkriteria baik, kerjasama dalam kelompok berkriteria baik, kesungguhan siswa dalam mengerjakan tugas secara kelompok berkriteria baik, serta kemampuan siswa dalam menjelaskan hasil kerja kelompok di depan kelas berkriteria baik.
F. Data Aktivitas Guru
Dalam pelaksanaan penelitian aktivitas guru yang diamati antara lain: (a) pembukaan yang meliputi motivasi dan apersepsi, (b) Perangkat pembelajaran yang meliputi penguasaan materi, sistematika penyampaian tugas pada siswa, kejelasan dalam pemberian konsep, kesesuaian media yang dipergunakan, pengelolaan kelas, penggunaan papan tulis, komunikasi yang ditimbulkan, serta ada tidaknya penghargaan kepada siswa, (c) Penampilan guru yang meliputi suara guru harus dapat didengar dengan jelas, guru berpakaian bersih rapi dan sopan, mobilitas guru, serta ekspresi guru, (d) Penutup yang meliputi rangkuman materi yang disampaikan guru, postes, serta cara menutup pembelajaran.
Data aktivitas guru dapat dilihat pada tabel 4.5 berikut:
Tabel 4.5Data Aktivitas Guru
Berdasarkan hasil pengamatan yang tercantum pada tabel 4.5
menunjukkan bahwa selama kegiatan belajar mengajar aktivitas guru selama siklus pertama yang diamati antara lain: (a) pembukaan yang meliputi motivasi dan apersepsi berkriteria cukup, (b) Perangkat pembelajaran yang meliputi penguasaan materi berkriteria baik, sistematika penyampaian tugas pada siswa berkriteria cukup, kejelasan dalam pemberian konsep berkriteria baik, kesesuaian metode yang dipergunakan berkriteria cukup, pengelolaan kelas berkriteria cukup, penggunaan papan tulis berkriteria baik, komunikasi yang ditimbulkan berkriteria baik, serta ada tidaknya penghargaan kepada siswa berkriteria baik, (c) Penampilan guru yang meliputi suara guru harus dapat didengar dengan jelas berkriteria baik, guru berpakaian bersih rapi dan sopan berkriteria baik, mobilitas guru berkriteria baik, serta ekspresi guru berkriteria baik, (d) Penutup yang meliputi rangkuman materi yang disampaikan guru, postes, serta cara menutup pembelajaran berkriteria baik.
Selama kegiatan belajar mengajar aktivitas guru selama siklus kedua yang diamati antara lain: (a) pembukaan yang meliputi motivasi dan apersepsi berkriteria baik, (b) Perangkat pembelajaran yang meliputi penguasaan materi berkriteria baik, sistematika penyampaian tugas pada siswa berkriteria baik, kejelasan dalam pemberian konsep berkriteria baik, kesesuaian metode yang dipergunakan berkriteria baik, pengelolaan kelas berkriteria baik, penggunaan papan tulis berkriteria baik, komunikasi yang ditimbulkan berkriteria baik, serta ada tidaknya penghargaan kepada siswa berkriteria baik, (c) Penampilan guru yang meliputi suara guru harus dapat didengar dengan jelas berkriteria baik, guru berpakaian bersih rapi dan sopan berkriteria baik, mobilitas guru berkriteria baik, serta ekspresi guru berkriteria baik, (d) Penutup yang meliputi rangkuman materi yang disampaikan guru, postes, serta cara menutup pembelajaran berkriteria baik.
Selama kegiatan belajar mengajar aktivitas guru selama siklus ketiga yang diamati antara lain: (a) pembukaan yang meliputi motivasi dan apersepsi berkriteria baik, (b) Perangkat pembelajaran yang meliputi penguasaan materi berkriteria baik, sistematika penyampaian tugas pada siswa berkriteria sangat baik, kejelasan dalam pemberian konsep berkriteria sangat baik, kesesuaian metode yang dipergunakan berkriteria baik, pengelolaan kelas berkriteria baik, penggunaan papan tulis berkriteria baik, komunikasi yang ditimbulkan berkriteria baik, serta ada tidaknya penghargaan kepada siswa berkriteria baik, (c) Penampilan guru yang meliputi suara guru harus dapat didengar dengan jelas berkriteria baik, guru berpakaian bersih rapi dan sopan berkriteria baik, mobilitas guru berkriteria baik, serta ekspresi guru berkriteria baik, (d) Penutup yang meliputi rangkuman materi yang disampaikan guru, postes, serta cara menutup pembelajaran berkriteria baik.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan pengamatan, siswa dalam pembelajaran pada siklus pertama prestasi belajar siswa rata-rata 60,0 dan pada siklus I yang tuntas ada 13 siswa (39,4%) yang tidak tuntas ada 20 siswa (60,6%).
Berdasarkan pengamatan, siswa dalam pembelajaran pada siklus kedua prestasi belajar siswa rata-rata 69,4 dan pada siklus kedua yang tuntas ada 19 siswa (57,6%) yang tidak tuntas ada 14 siswa (42,4%).
Berdasarkan pengamatan, siswa dalam pembelajaran pada siklus ketiga prestasi belajar siswa rata-rata 76,4 dan pada siklus ketiga yang tuntas ada 29 siswa (87,9%) yang tidak tuntas ada 4 siswa (12,1%).
Berdasarkan hasil pengamatan yang tercantum pada tabel 4.4 menunjukkan bahwa selama kegiatan belajar mengajar pada siklus pertama tanggapan siswa dalam memperhatikan penjelasan umum tentang media pembelajaran bangun ruang berkriteria cukup, keterlibatan siswa dalam kelompok berkriteria kurang, keberanian siswa dalam bertanya berkriteria kurang, keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat berkriteria kurang, kemampuan siswa dalam berkomunikasi dengan teman berkriteria kurang, kerjasama dalam kelompok berkriteria kurang, kesungguhan siswa dalam mengerjakan tugas secara kelompok berkriteria kurang, serta kemampuan siswa dalam menjelaskan hasil kerja kelompok di depan kelas berkriteria kurang.
Selama kegiatan belajar mengajar pada siklus kedua tanggapan siswa dalam memperhatikan penjelasan umum tentang media pembelajaran bangun ruang berkriteria baik, keterlibatan siswa dalam kelompok berkriteria cukup, keberanian siswa dalam bertanya berkriteria cukup, keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat berkriteria cukup, kemampuan siswa dalam berkomunikasi dengan teman berkriteria cukup, kerjasama dalam kelompok berkriteria cukup, kesungguhan siswa dalam mengerjakan tugas secara kelompok berkriteria cukup, serta kemampuan siswa dalam menjelaskan hasil kerja kelompok di depan kelas berkriteria cukup.
Selama kegiatan belajar mengajar pada siklus ketiga tanggapan siswa dalam memperhatikan penjelasan umum tentang media pembelajaran bangun ruang berkriteria baik, keterlibatan siswa dalam kelompok berkriteria baik, keberanian siswa dalam bertanya berkriteria baik, keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat berkriteria baik, kemampuan siswa dalam berkomunikasi dengan teman berkriteria baik, kerjasama dalam kelompok berkriteria baik, kesungguhan siswa dalam mengerjakan tugas secara kelompok berkriteria baik, serta kemampuan siswa dalam menjelaskan hasil kerja kelompok di depan kelas berkriteria baik.
Berdasarkan hasil pengamatan yang tercantum pada tabel 4.5
menunjukkan bahwa selama kegiatan belajar mengajar aktivitas guru selama siklus pertama yang diamati antara lain: (a) pembukaan yang meliputi motivasi dan apersepsi berkriteria cukup, (b) Perangkat pembelajaran yang meliputi penguasaan materi berkriteria baik, sistematika penyampaian tugas pada siswa berkriteria cukup, kejelasan dalam pemberian konsep berkriteria baik, kesesuaian metode yang dipergunakan berkriteria cukup, pengelolaan kelas berkriteria cukup, penggunaan papan tulis berkriteria baik, komunikasi yang ditimbulkan berkriteria baik, serta ada tidaknya penghargaan kepada siswa berkriteria baik, (c) Penampilan guru yang meliputi suara guru harus dapat didengar dengan jelas berkriteria baik, guru berpakaian bersih rapi dan sopan berkriteria baik, mobilitas guru berkriteria baik, serta ekspresi guru berkriteria baik, (d) Penutup yang meliputi rangkuman materi yang disampaikan guru, postes, serta cara menutup pembelajaran berkriteria baik.
Selama kegiatan belajar mengajar aktivitas guru selama siklus kedua yang diamati antara lain: (a) pembukaan yang meliputi motivasi dan apersepsi berkriteria baik, (b) Perangkat pembelajaran yang meliputi penguasaan materi berkriteria baik, sistematika penyampaian tugas pada siswa berkriteria baik, kejelasan dalam pemberian konsep berkriteria baik, kesesuaian metode yang dipergunakan berkriteria baik, pengelolaan kelas berkriteria baik, penggunaan papan tulis berkriteria baik, komunikasi yang ditimbulkan berkriteria baik, serta ada tidaknya penghargaan kepada siswa berkriteria baik, (c) Penampilan guru yang meliputi suara guru harus dapat didengar dengan jelas berkriteria baik, guru berpakaian bersih rapi dan sopan berkriteria baik, mobilitas guru berkriteria baik, serta ekspresi guru berkriteria baik, (d) Penutup yang meliputi rangkuman materi yang disampaikan guru, postes, serta cara menutup pembelajaran berkriteria baik.
Selama kegiatan belajar mengajar aktivitas guru selama siklus ketiga yang diamati antara lain: (a) pembukaan yang meliputi motivasi dan apersepsi berkriteria baik, (b) Perangkat pembelajaran yang meliputi penguasaan materi berkriteria baik, sistematika penyampaian tugas pada siswa berkriteria sangat baik, kejelasan dalam pemberian konsep berkriteria sangat baik, kesesuaian metode yang dipergunakan berkriteria baik, pengelolaan kelas berkriteria baik, penggunaan papan tulis berkriteria baik, komunikasi yang ditimbulkan berkriteria baik, serta ada tidaknya penghargaan kepada siswa berkriteria baik, (c) Penampilan guru yang meliputi suara guru harus dapat didengar dengan jelas berkriteria baik, guru berpakaian bersih rapi dan sopan berkriteria baik, mobilitas guru berkriteria baik, serta ekspresi guru berkriteria baik, (d) Penutup yang meliputi rangkuman materi yang disampaikan guru, postes, serta cara menutup pembelajaran berkriteria baik.
B. Saran
Pada penelitian ini saran yang dapat disampaikan adalah:
1. Bagi guru matematika, hasil penlitian ini dapat dijadikan sebagai masukan untuk meningkatkan proses pembelajaran pada materi bangun ruang di kelas.
2. Bagi peneliti lain, hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam melakukan penlitian yang sejenis.
3. Bagi kepala sekolah, hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam membuat
kebijakan tentang peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah melalui pelatihan tentang media pembelajaran, atau sekedar penyegaran ingatan melalui pelatihan sederhana tentang media pembelajaran.
4. Bagi siswa, penelitian ini bermanfaat untuk meningkatkan keaktifan dalam proses pembelajaran, karena suasana pembelajaran menyenangkan, dan semua siswa terlibat aktif dalam pembelajaran berdasarkan masalah, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan prestasi belajar siswa.
Komentar
Posting Komentar