Penelitian Serta Tindakan Kelas
Penelitian Serta Tindakan Kelas
Jasa Pembuatan Dan Penelitian Tindakan Kelas
Buruan...
MAU KONSULTASI PTK?
BUTUH PROPOSAL PTK?
BUTUH GAMBARAN JUDUL PTK??
BUTUH PTK LENGKAP, NO COPY-COPY, ASLI DAN ORISINIL
PTK TERBARU DAN BELUM PERNAH TERPUBLIKASIKAN
PTK NYA SEKALIAN DIJADIKAN JOURNAL JUGA BOLEH PAK/BU....
LANGSUNG SAJA HUBUNGI CS KAMI DI :

1. PENDAHULUAN atematika merupakan salah satu mata pelajaran yang harus diajarkan di sekolah tentunya memiliki peran penting dalam mencapai tujuan pendidikan yang diamanahkan UndangUndang, yaitu membekali peserta didik dengan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif. Di era globalisasi saat ini, arus informasi mengalir deras seolah tanpa hambatan, menghantarkan ke suasana kehidupan semakin rumit (complicated), cepat berubah dan sulit diprediksi (unpredictable). Kondisi ini membawa persaingan yang sangat ketat untuk mendapatkan kehidupan yang layak. Untuk menghadapi kondisi seperti di atas, dunia pendidikan (khususnya pembelajaran matematika) harus memberi bekal yang cukup pada generasi penerus bangsa.. Pelajaran Matematika merupakan pelajaran yang pada umumnya kurang disenangi oleh sebagian besar siswa. Hal ini menuntut seorang guru untuk dapat mentransfer materi pembelajaran dengan cara yang tepat dan efektif. Seorang guru dituntut untuk tidak hanya menyampaikan materi secara tuntas dan jelas tetapi juga dituntut untuk dapat memberikan semangat dan motivasi bagi siswa. Seorang guru harus mampu menciptakan suasana belajar yang dapat meningkatkan motivasi siswa untuk turut aktif dalam kegiatan pembelajaran. Menurut Sardiman (1996), motivasi belajar adalah merupakan faktor psikis yang bersifat non-intelektual. Peranannya yang khas adalah dalam penumbuhan gairah, merasa senang dan semangat untuk belajar. Siswa yang memiliki motivasi kuat, akan memiliki banyak energi untuk melakukan kegiatan belajar. Berdasarkan kutipan diatas, dapat disimpulkan bahwa apabila siswa ingin melakukan kegiatan belajar harus memiliki motivasi maupun kemauan yang kuat untuk menjalankan kegiatan belajar, Karena dengan motivasi yang kuat akan membuat anak merasa semangat dan senang dalam kegiatan belajar. Motivasi bisa berasal dari dalam diri siswa itu sendiri maupun dari orang lain, dengan adanya motivasi yang kuat maka akan menimbulkan kreatifitas peserta didik sehingga siswa aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Berdasarkan data yang didapat mengenai hasil ulangan harian matematika kelas VIII3 yang didasarkan pada Kriteri Ketuntasan Minimal (KKM) di SMP Negeri 3 Pagaralam, siswa yang mendapat nilai ≥ 70 lebih kurang 67%. Sedangkan metode yang digunakan dalam proses belajar M Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika … Hiriza 72 Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika (SNAPTIKA) 2015, Palembang 16 Mei 2015 mengajar adalah metode ceramah dalam memberikan materi, tanya jawab, pemberian tugas, serta evaluasi untuk melihat hasil belajar. Kegiatan belajar mengajar seorang guru tidak hanya terpaku dengan menggunakan satu metode saja, tetapi boleh menggunakan metode yang bervariasi, karena dengan metode yang bervariasi pengajaran tidak membosankan, tetapi menarik perhatian anak didik dan diharapkan dengan metode yang bervariasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satu model pembelajaran yang dapat membantu siswa bekerjasama adalah model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Division) merupakan salah satu alternatif dalam pembelajaran matematika, Model pembelajaran bentuk kooperatif tipe STAD merupakan model pembelajaran kelompok yang sederhana karena dalam model pembelajaran STAD, siswa dalam satu kelas dipecah menjadi kelompok dengan anggota 4-5 orang, setiap kelompok terdiri dari laki-laki dan perempuan, berasal dari berbagai suku, yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Melalui model pembelajaran ini siswa dalam satu kelompok saling membantu, kerjasama dalam menyelesaikan suatu masalah untuk mencapai tujuan bersama. Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD merupakan pendekatan Cooperatif Learning yang menekankan pada aktivitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai hasil belajar yang maksimal. Berdasarkan uraian diatas, maka Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VIII melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD di SMP Negeri 3 Pagaralam. Adapun manfaat dalam penelitian adalah 1. Bagi Guru, dapat dijadikan informasi dan alternatif strategi dalam melaksanakan pembelajaran yang tepat dan baik dalam rangka perbaikan pembelajaran matematika di kelas. 2. Bagi Siswa, dapat memberikan pengalaman baru siswa tentang pembelajaran menggunakan model pembelajaran STAD, sehingga melibatkan siswa aktif dan saling kerjasama. 3. Bagi Sekolah, Memberi masukan dalam pengembangan strategi maupun metode dalam kegiatan belajar mengajar. 2. DASAR TEORI 1. Proses Belajar Mengajar Belajar tidak akan pernah lepas dari kehidupan manusia, karena dengan belajar seseorang akan memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kecakapan dalam hidup bermasyarakat. Belajar dapat melalui serangkaian kegiatan misalnya, dengan membaca, mengamati, mendengarkan, meniru dan lain sebagainya. Belajar dapat juga dikatakan sebagai suatu tingkah laku dalam pelaksanaan dari suatu usaha pendidikan. Dalam keseluruhan proses pendidikan sekolah, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok, itu berarti bahwa berhasil atau tidaknya pencapaian suatu tujuan pendidikan banyak tergantung pada bagaimana proses belajar mengajar yang dialami siswa. Menurut Slameto (2003) belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Sedangkan menurut Dimyati (2006) Belajar adalah kegiatan individu memperoleh pengetahuan, perilaku, dan keterampilan dengan cara mengolah bahan belajar. Dalam belajar tersebut individu menggunakan ranah-ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Berdasarkan kutipan diatas, yang dimaksud dengan belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku yang dilakukan oleh seseorang sehingga orang tersebut memperoleh pengetahuan, perilaku dan keterampilan dengan menggunakan ranah-ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Mengajar adalah suatu kegiatan dimana pengajar menyampaikan pengetahuan/pengalaman yang dimiliki kepada peserta didik (Hudoyo, 1990). Sedangkan menurut sardiman (1996) mengajar adalah usaha untuk menciptakan kondisi yang kondusif agar berlangsung kegiatan belajar yang bermakna dan optimal. Berdasarkan kutipan diatas, dapat disimpulkan bahwa mengajar adalah melakukan kegiatan belajar, dimana seorang pengajar berperan dalam menyampaikan pengetahuan kepada peserta didik juga sebagai pencipta kondisi yang kondusif agar dalam kegiatan belajar berlagsung secara optimal.
Komentar
Posting Komentar